Jumat, 10 Oktober 2014

BAB 2 “BISNIS DAN ETIKA” BAB 3 “ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS”

TUGAS KELOMPOK
BAB 2 “BISNIS DAN ETIKA” 
BAB 3 “ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS”


Nama
     1.   Dyah Wulan Septiani            (17211958)
     2.   Dessy                                       (11211898)
     3.   Catur Putri Lutpiandari       (11211595)

  Kelas : 4EA18

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2015


BAB II
BISNIS DAN ETIKA

     1. Mitos Bisnis Amoral
Mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut paut dengan etika dan moralitas. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Etika justru bertentangan dengan bisnis yang ketat, maka orang bisnis tidak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan lain-lain moral. Bisnis memang sering diibaratkan dengan judi bahkan sudah dianggap sebagai semacam judi atau permainan penuh persaingan yang ketat. Tidak sepenuhnya benar bahwa sebagai sebuah permainan (judi) harus dibedakan antara legilitas dan moralitas. Etika harus dibedakan dari ilmu empiris.

      2Keutamaannya Etika Bisnis
Untuk memperoleh keuntungan etika sangat dibutuhkan, sangat relevan dan mempunyai tempat yang sangat strategis dalam bisnis, yaitu:
·    Dalam bisnis modern para pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang profesional dibidangnya.
·   Dalam pesaingan bisnis yang ketat para pelaku bisnis modern sangat sadar bahwa konsumen adalah benar-benar raja.
·    Dalam sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang bersifat netral tak berpihak tetapi efektif menjaga agar kepentingan dan hak semua pihak dijamin, para pelaku bisnis berusaha sebisa mungkin untuk menghindari campur tangan pemerintah, yang baginya akan sangat merugikan kelangsungan bisnisnya.
·  Perusahaan-perusahaan modern juga semakin menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang siap untuk dieksploitas demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

      3Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis
Ada tiga sasaran dan lingkup pokok etika bisnis :
·   Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis.
·   Untuk menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen,buruhdan karyawan,  dan masyarakat luas pemilik asset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar atau praktek bisnis siapapun juga.
·  Etika bisnis juga membicarakan mengenai system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis.
Dari ketiga lingkup dan sasaran etika bisnis ini berkaitan erat satu dengan yang lainnya, dan bersama-sama menentukan baik tidaknya, etis tidaknya praktek bisnis. Atas dari dasar ketiga sasaran dan lingkup di atas akan di bahas terpisah satu sama lain. Namun ketiganya jelas mendapatkan perhatian, menjiwai dan mewarnai seluruh uraian di atas. Maka terlihat dengan jelas bahwa ketiganya mendapatkan porsi dan penekanan tersendiri kendati belum tentu secara proposional.  

            4. Prinsip-prinsip Etika Bisnis
Sonny Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut :
·       Prinsip Otonomi
Yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
·       Prinsip Kejujuran
Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
·       Prinsip Keadilan
Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
·       Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle)
Menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
·       Prinsip Integritas Moral
Terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya

            5.  Prinsip Utama Etika Bisnis
·       Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.

      6.  Etos Kerja
Etos kerja adalah respon yang dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau masyarakat terhadap kehidupan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Setiap keyakinan mempunyai sistem nilai dan setiap orang yang menerima keyakinan tertentu berusaha untuk bertindak sesuai dengan keyakinan.

            7.  Realisasi Moral Bisnis
Tiga pandangan yang dianut, yaitu :
·         Norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain.
·         Norma sendirilah yang paling benar dan tepat.
·         Tidak ada norma moral yang perlu diikuti sama sekali.

           8.  Pendekatan- pendekatan Stockholder
·       Kelompok Primer
Yaitu pemilik modal, saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen, penyalur dan pesaing atau rekanan.
·       Kelompok Sekunder
Yaitu pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok sosial, media massa, kelompok pendukung, dan masyarakat.


BAB III
ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS

Etika Utilitarianisme dikembangkan pertama kali oleh Jeremi Bentham (1748 -1832). Adalah tentang bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi dan legal secara moral.

           1.      Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Ada tiga kriteria objektif dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai kebijaksanaan atau tindakan.
·        Manfaat
Bahwa kebijakan atau tindakan tertentu dapat mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu.
·        Manfaat terbesar
Sama halnya seperti yang di atas, mendatangkan manfaat yang lebih besar dalam situasi yang lebih besar. Tujuannya meminimisasikan kerugian sekecil mungkin.
·        Pertanyaan mengenai manfaat
Manfaatnya untuk siapa? Saya, dia, mereka atau kita.
Kriteria yang sekaligus menjadi pegangan objektif etika Utilitarianisme adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang.
Dengan kata lain, kebijakan atau tindakan yang baik dan tepat dari segi etis menurut Utilitarianisme adalah kebijakan atau tindakan yang membawa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang atau tindakan yang memberika kerugian bagi sekecil orang/ kelompok tertentu. 
Atas dasar ketiga Kriteria tersebut, etika Utilitarianisme memiliki tiga pegangan yaitu :
·         Tindakan yang baik dan tepat secara moral 
·         Tindakan yang bermanfaat besar
·         Manfaat yang paling besar untuk paling banyak orang.

Dari ketiga prinsip di atas dapat dirumuskan sebagai berikut :
“Bertindaklah sedemikian rupa, sehingga tindakan itu mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi sebanyak orang mungkin”.

             2.      Nilai Positif Etika Ultilitarianisme
Nilai positif etika ultilitarianisme yaitu :
·       Rasionalitas.
Prinsip moral yang diajukan oleh etika ultilitarianisme tidak didasarakan pada aturan – aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami.
·        Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral
·        Universalitas
Mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang yang melakukan tindakan itu. Dasar pemikirannya adalah bahwa kepentingan orang sama bobotnya. Artinya yang baik bagi saya, yang baik juga bagi orang lain. 

            3.      Etika Ultilitarianisme Sebagai Proses dan Standar Penilaian
Etika utilitarianisme sebagai proses untuk mengambil keputusan, kebijaksanaan atau untuk bertindak.
Etika ultilitarianisme sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijakan yang telah dilakukan. Kriteria – kriteria di atas dipakai sebagai penilai untuk mengetahui apakah tindakan atau kebijakan itu baik atau tidak untuk dijalankan. Yang paling pokok adalah tindakan atau kebijakan yang telah terjadi berdasarkan akibat dan konsekuensinya yaitu sejauh mana ia menghasilkan hasil terbaik bagi banyak orang.

            4.      Analisa Keuntungan dan Kerugian
Dalam Etika Utilitarianisme, manfaat dan kerugian selalu dikaitkan dengan semua orang yang terkait, sehingga analisis keuntungan dan kerugian tidak lagi semata-mata tertuju langsung pada keuntungan bagi perusahaan.
Analisa keuntungan dan kerugiaan
·    Keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yang dianalisis tidak dipusatkan pada keuntungan dan kerugian perusahaan.
·       Analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dalam kerangka uang.
·       Analisis keuntungan dan kerugian untuk jangka panjang

           5.      Kelemahan Etika Ultilitarianisme
·      Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit.
·      Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya.
·        Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang.
·       Variabel yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
·    Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarianisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas di antara ketiganya.
·  Etika utilitarianisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.

Sumber : 





Kamis, 09 Oktober 2014

BAB 4 KASUS-KASUS ARAHAN DOSEN

1.     Contoh Kasus Norma Umum Dalam Bisnis
    Kasus monopoli yang dilakukan oleh PT. PLN
·    Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding, dan masih banyak lagi. Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendiri.

·  Krisis listrik memuncak saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008. Hal ini diperparah oleh pengalihan jam operasional kerja industri ke hari Sabtu dan Minggu, sekali sebulan. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati, dan sanksi bakal dikenakan bagi industri yang membandel. Dengan alasan klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali, yaitu di pembangkit Tanjung Jati, Paiton Unit 1 dan 2, serta Cilacap. Namun, di saat yang bersamaan terjadi juga permasalahan serupa untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang.

      Norma umum terdiri dari norma santun, hukum dan moral. Contohnya adalah :
         a. Norma santun   : Memberi reward kepada perusahaan potensial disuatu 
                                        negara.
         b. Norma hukum  : Perusahaan harus membayar pajak.
         c. Norma moral    : Perusahaan mengadakan event untuk memperingati hari 
                                        ulang tahun perusahaan. 

2.     Contoh Kasus Etika-Etika Deontologi dan Etika Teologi
Suatu tindakan bisnis akan dinilai baik oleh etika deontology bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat baik bagi pelakunya melainkan karena tindakan itu sejalan dengan kewajiban si pelaku untuk misalnya menberikan pelayanan terbaik untuk semua konsumennya, untuk mengembalikan hutangnya sesuai dengan perjanjian untuk menawarkan barang dan jasa dengan mutu sebanding dengan harganya.
a.      Contoh Kasus Etika Deontologi
Perusahaan tidak melaksanakan operasional perusahaan berdasarkan Standard Operational Procedure (SOP) yang berlaku maka perusahaan dikenai sanksi dari pemerintah.
b.      Contoh Kasus Etika Teleologi
Monopoli di PT. PLN terbentuk secara tidak langsung dipengaruhi oleh Pasal 33 UUD 1945, dimana pengaturan, penyelengaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta pengaturan hubungan hukumnya ada pada negara untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Maka PT. PLN dinilai etis bila ditinjau dari teori etika teleologi.

3.     Contoh Kasus Bisnis Amoral
Dugaan penggelapan pajak yang dilakukan pihak perusahaan IM3 dengan cara memanipulasi Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai ( SPT Masa PPN) ke kantor pajak untuk tahun buku Desember 2001 dan Desember 2002. Jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran, dapat direstitusi atau ditarik kembali.Karena itu, IM3 melakukan restitusi sebesar Rp 65,7 miliar.  750 penanam modal asing (PMA) terindikasi tidak membayar pajak dengan cara melaporkan rugi selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. Dalam kasus ini terungkap bahwa pihak manajemen berkonspirasi dengan para pejabat tinggi negara dan otoritas terkait dalam melakukan penipuan akuntansi. Manajemen juga melakukan konspirasi dengan auditor dari kantor akuntan publik dalam melakukan manipulasi laba yang menguntungkan dirinya dan korporasi, sehingga merugikan banyak pihak dan pemerintah. Kemungkinan telah terjadi mekanisme penyuapan dalam kasus tersebut. Pihak pemerintah dan DPR perlu segera membentuk tim auditor independen yang kompeten dan kredibel untuk melakukan audit investigatif atau audit forensik untuk membedah laporan keuangan dari 750 PMA yang tidak membayar pajak. Korporasi multinasional yang secara sengaja terbukti tidak memenuhi kewajiban ekonomi, hukum, dan sosialnya bisa dicabut izin operasinya dan dilarang beroperasi di negara berkembang.

      sumber :


Jumat, 26 September 2014

TEORI PENGERTIAN ETIKA DAN BISNIS SEBUAH PROFESI ETIS

  1. Teori Pengertian Etika
-          Norma Umum
Norma merupakan pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.
Berikut macam-macam norma : 
a.       Norma khusus
Adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain.
b.      Norma Umum
lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.
·   Norma sopan santun adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari
·    Norma hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
·  Norma moral yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.

-          Teori Etika Deontologi
Etika deontologi adalah sebuah istilah yang berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban dan ‘logos’ berarti ilmu atau teori. Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai keburukan, deontologi menjawab, ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.

Sejalan dengan itu, menurut etika deontologi, suatu tindakan dinilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban. Karena bagi etika deontologi yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
Ada tiga prinsip yang harus dipenuhi :
·   Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban.
·      Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai, tindakan itu sudah dinilai baik.
·       Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip ini, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.
Dengan kata lain, suatu tindakan dianggap baik karena tindakan itu memang baik pada dirinya sendiri, sehingga merupakan kewajiban yang harus kita lakukan. Sebaliknya, suatu tindakan dinilai buruk secara moral sehingga tidak menjadi kewajiban untuk kita lakukan. Bersikap adil adalah tindakan yang baik, dan sudah kewajiban kita untuk bertindak demikian. Sebaliknya, pelanggaran terhadap hak orang lain atau mencurangi orang lain adalah tindakan yang buruk pada dirinya sendiri sehingga wajib dihindari.
Bagi Kant, Hukum Moral ini dianggapnya sebagai perintah tak bersyarat (imperatif kategoris), yang berarti hukum moral ini berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan tempat.
Perintah bersyarat adalah perintah yang dilaksanakan kalau orang menghendaki akibatnya, atau kalau akibat dari tindakan itu merupakan hal yang diinginkan dan dikehendaki oleh orang tersebut. Perintah Tak Bersyarat adalah perintah yang dilaksanakan begitu saja tanpa syarat apapun, yaitu tanpa mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan apakah akibatnya tercapai dan berguna bagi orang tersebut atau tidak.
Dengan demikian, etika deontologi sama sekali tidak mempersoalkan akibat dari tindakan tersebut, baik atau buruk. Akibat dari suatu tindakan tidak pernah diperhitungkan untuk menentukan kualitas moral suatu tindakan. Hal ini akan membuka peluang bagi subyektivitas dari rasionalisasi yang menyebabkan kita ingkar akan kewajiban-kewajiban moral.

-          Teori Etika Teleologi
Adalah Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Teleologi merupakan sebuah studi tentang gejala-gejala yang memperlihatkan keteraturan, rancangan, tujuan, akhir, maksud, kecenderungan, sasaran, arah, dan bagaimana hal-hal ini dicapai dalam suatu proses perkembangan. Dalam arti umum, teleologi merupakan sebuah studi filosofis mengenai bukti perencanaan, fungsi, atau tujuan di alam maupun dalam sejarah. Dalam bidang lain, teleologi merupakan ajaran filosofis-religius tentang eksistensi tujuan dan ‘kebijaksanaan’ objektif di luar manusia .
Contoh dari etika teleology : Setiap agama mempunyai tuhan dan kepercayaan yang berbeda beda dan karena itu aturan yg ada di setiap agama pun perbeda beda.
Dua aliran etika teleologi :
·        Egoisme Etis.
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan   untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
·       Utilitarianisme.
Berasal dari bahasa Latin ‘utilis’ yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Utilitarianisme, dibedakan menjadi dua macam :
ü  Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianism)
ü  Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianism)

         2.  Bisnis Sebuah Profesi Etis
-        Etika Terapan
Secara umum Etika dibagi menjadi :
·       Etika Umum
Etika Umum berbicara mengenai norma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia untuk bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika, lembaga-lembaga normatif dan semacamnya.
·       Etika Khusus
Etika Khusus adalah penerapan prinsip-prinsip atau norma-norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Etika Khusus dibagi menjadi 3 :
1)     Etika Individual
Etika Individual lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
2)     Etika Sosial
Etika Sosial berbicara mengenai kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya. Etika individual dan etika sosial berkaitan erat satu sama lain.
3)     Etika Lingkungan Hidup
Etika Lingkungan Hidup berbicara mengenai hubungan antara manusia baik sebagai kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya, dan juga hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak langsung atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan.

-          Etika Profesi
a.       Pengertian Profesi
Profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan sebagai nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi dan dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.
Orang Profesional adalah orang yang melakukan suatu pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan keahlian dan ketrampilan yang tinggi serta punya komitmen pribadi yang mendalam atas pekerjaannya itu. Atau Orang yang profesional adalah orang yg melakukan suatu pekerjaan karena ahli di bidang tersebut dan meluangkan seluruh waktu, tenaga, dan perhatiannya untuk pekerjan tersebut.
b.      Ciri-ciri Profesi
·       Adanya keahlian dan ketrampilan khusus.
·       Adanya komitmen moral yang tinggi.
·       Biasanya orang yang profesional adalah orang yang hidup dari profesinya.
·       Pengabdian kepada masyarakat.
·       Pada profesi luhur biasanya ada izin khusus untuk menjalankan profesi  
tersebut.
·       Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu organisasi profesi.
c.       Prinsip-prinsip Etika Profesi
·         Prinsip Tanggung Jawab
·         Prinsip Keadilan
·         Prinsip Otonomi
·         Prinsip Integritas Moral

-          Menuju Bisinis Sebagai Profesi Luhur
Sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kedati kata profesi, profesional dan profesionalisme sering begitu diobral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun dipihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya sebagai sebuah profesi. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yang tinggi tapi punya komitmen moral yang mendalam. Karena itu, bukan tidak mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.
a.       Pandangan Praktis-Realistis
Pandangan ini bertumpu pada kenyataan yang diamati berlaku dalam dunia bisnis dewasa ini. Pandangan ini didasarkan pada apa yang umumnya dilakukan oleh orang-orang bisnis. Pandangan ini melihat bisnis sebagai suatu kegiatan di antara manusia yg menyangkut memproduksi, menjual dan membeli barang dan jasa untuk memperoleh keuntungan.
Bisnis adalah suatu kegiatan Profit Making. Dasar pemikirannya adalah bahwa orang yg terjun ke dalam bisnis tidak punya keinginan dan tujuan lain selain ingin mencari keuntungan. Kegiatan bisnis adalah kegiatan ekonomis dan bukan kegiatan sosial. Karena itu, keuntungan itu sah untuk menunjang kegiatan bisnis. Asumsi Adam Smith :
Dalam masyarakat modern telah terjadi pembagian kerja di mana setiap orang tidak bisa lagi mengerjakan segala sesuatu sekaligus dan bisa memenuhi semua kebutuhan hidupnya sendiri. Semua orang tanpa terkecuali mempunyai kecenderungan dasar untuk membuat kondisi hidupnya menjadi lebih baik.
b.      Pandangan Ideal
Disebut pandangan ideal, karena dlm kenyataannya masih merupakan suatu hal yang ideal mengenai dunia bisnis. Sebagai pandangan yang ideal pandangan ini baru dianut oleh segelintir orang yang dipengaruhi oleh idealisme berdasarkan nilai yang dianutnya.
Menurut Adam Smith, pertukaran dagang terjadi karena satu orang memproduksi lebih banyak barang sementara ia sendiri membutuhkan barang lain yang tidak bisa dibuatnya sendiri.
Menurut Matsushita (pendiri perusahan Matsushita Inc di Jepang), tujuan bisnis sebenarnya bukanlah mencari keuntungan melainkan untuk melayani kebutuhan masyarakat. Sedangkan keuntungan tidak lain hanyalah simbol kepercayaan masyarakat atas kegiatan bisnis suatu perusahaan. Artinya, karena masyarakat merasa kebutuhan hidupnya dipenuhi secara baik mereka akan menyukai produk perusahaan tersebut yang memang dibutuhkannya tapi sekaligus juga puas dengan produk tersebut.
Dengan melihat kedua pandangan berbeda di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa citra jelek dunia bisnis sedikit banyaknya disebabkan oleh pandangan pertama yang melihat bisnis sekadar sebagai mencari keuntungan.
Atas dasar ini, persoalan yg dihadapi di sini adalah bagaimana mengusahakan agar keuntungan yang diperoleh ini memang wajar, halal, dan fair. Terlepas dari pandangan mana yang dianut, keuntungan tetap menjadi hal pokok bagi bisnis. Masalahnya adalah apakah mengejar keuntungan lalu berarti mengabaikan etika dan moralitas? Yang penting adalah bagaimana keuntungan ini sendiri tercapai.
Salah satu upaya untuk membangun bisnis sebagai profesi yang luhur adalah dengan membentuk, mendukung dan memperkuat organisasi profesi.Melalui organisasi profesi tersebut bisnis bisa dikembangkan sebagai sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya sebagaimana dibahas disini, kalau bukan menjadi profesi luhur.

Sumber : http://blogdeee.blogspot.com/2012/10/bisnis-sebuah-profesi-etis.html
                http://beniazhari.blogspot.com/2013/10/teori-pengertian-etika_5286.html

Jumat, 16 Mei 2014

CERPEN


KELUARGA ATAU PACAR

Setiap manusia pasti memiliki perjalanan hidup yang berbeda-beda. Dikelilingi Keluarga dan orang-orang terkasih adalah hal paling indah yang sangat diinginkan oleh setiap manusia. Keluarga, Sahabat, bahkan mungkin Kekasih yang bisa menjadi teman dekat. Akan terasa indah bagi para remaja jika kita memiliki semua itu.
Gadis itu bernama “Riani”. Aku adalah siswi di sebuah Universitas Negeri di Jakarta. Aku memiliki Papa dan Mama yang sangat menyayangiku dan sangat mencintaiku, namun aku tidak diperbolehkan untuk dekat dengan seorang Laki-laki siapapun dengan alasan apapun yang sampai saat ini Aku tidak tau kenapa ini dilarang. Serta aku memiliki 2 orang kakak laki-laki yang sangat Aku sayangi. Aku pun juga memiliki sahabat-sahabat yang selalu ada disaat suka dan duka. Namun, Aku tidak memiliki kekasih hati yang banyak dibicarakan oleh teman-teman sebayaku.
Hingga suatu hari aku dikenalkan sahabatku seorang laki-laki berparas putih. Dan ternyata, dia lah yang menjadi pilihan hatiku yang tanpa Aku sadari bahwa Aku terjebak dalam cinta. Laki-laki yang aku suka itu bernama “Ian”. Sampai Ian itu mengatakan perasaannya padaku kalau ia memiliki perasaan yang sama denganku.
Kami sama-sama saling menyayangi dan mengerti keadaan satu sama lain, serta kami pun menciptakan suasana hati yang berbeda dari yang lain. Suasana hati yang tidak kami dapat dari keluarga ataupun sahabat. Suasana ini yang membuat kami nyaman dengan keadaan ini.
Hingga 5 bulan lamanya kita lalui dengan hubungan backstreet dengan terasa menyenangkan karna Kami belum menyadari bahwa Kami sedang berada di situasi yang salah. Kita menjalani hubungan ini dengan selalu melawan orangtuaku. Kenapa hanya orangtuaku? Karena orangtua Ian membebaskan hubungan kita berdua.
Setiap pulang sekolah Aku tidak langsung pulang, tapi Aku pergi jalan-jalan dengan Ian dan membuat alibi bahwa ada tugas kelompok dari sekolah untuk mengelabui orangtuaku. Aku merasakan senang dan indahnya dunia saat Kami berdua, Aku tidak merasa bahwa Aku melakukan sebuah kesalahan. Dan Aku tidak memikirkan bagaimana perasaan orangtuaku yang khawatir jika Aku pulang terlambat. Aku hanya memikirkan kesenangan kami berdua saja tanpa memikirkan orang lain.
Setiap hari kita selalu mengatur jadwal pertemuan kita agar setiap hari bisa bertemu dan berjalan-jalan. Aku tidak memikirkan perasaan orangtuaku yang mencariku karena takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padaku.
Tanpa Aku sadari kalau Aku dan Ian akan terjebak dalam situasi yang akan menyulitkan diri kita masing-masing. Dan, pada akhirnya kita pun mengalami dihadapkan oleh kesulitan yang kita takutkan. Aku dihukum oleh orangtuaku.
Namun, suatu ketika Aku dihancurkan oleh sebuah kenyataan bahwa Aku dikalahkan oleh perasaanku sendiri dimana Aku bingung memilih orangtuaku atau Ian. Aku tidak dapat berfikir kenapa Aku dapat berfikir seperti ini? Aku tidak bisa mengontrol emosi pikiranku yang semakin lama semakin semrawut.
Semuanya terjadi karena setelah Aku mengenal laki-laki itu!! Laki-laki yang bisa membuatku selalu dimarahi oleh orangtuaku karena Aku pulang malam, karena Aku selalu membantah omongan mereka, karena Aku selalu tidak mau mengerti apa yang mereka ucapkan padaku. Mataku ditutupi oleh kenakalanku, Mamaku menangis memohon agar aku kembali menjadi anaknya yang dulu, Ayahku menangis dan meronta kesal setelah ia memukulku dengan kasih sayang. Aku menangis, menangisi perubahanku yang aku tidak tau kenapa tiba-tiba bisa berubah dikarnakan seorang laki-laki yang baru aku kenal. Hatiku berteriak karrna aku tidak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam benakku.
“Kenapa sekarang kamu berubah nak? Mana anak Mama dan Papa yang dulu, yang masih manja dengan kami?” tangis Mamaku sambil memeluk Aku.
“Kalau Papa boleh milih, Papa mau kamu jadi lebih baik dik, Papa gak mau kamu jadi anak yang durhaka sama orangtua. Papa tau kamu anak yang baik, kamu punya sifat penyayang dan mengerti kemauan orangtua. Kamu harus bisa sukses.
Suasana hening membuatku mengerti mengapa selama ini mereka marah padaku. Mereka tidak ingin aku jatuh dalam lubang yang siapapun tidak dapat menolongnya. Aku melupakan jasa Mamaku yang melahirkan Aku dengan nafas yang terengah-engah, yang mempertaruhkan nyawa dan seluruh kehidupannya untuk membuatku melihat isi dunia ini. Dan Aku pun juga melupakan jasa Papaku yang tak kenal siang atau malam untuk mencari nafkah untuk memberi kami kehidupan yang layak.
Aku pun tersentak dan menyadari semua kesalahanku pada orangtuaku, Aku tidak tau apakah maaf dariku cukup untuk menebus segala kesalahanku pada mereka yang sudah merawatku dari kecil hingga dewasa. Dari aku tidak bisa apa-apa hingga sampai sekarang Aku dapat menuliskan cerita di zaman ketika Aku masih mengikuti hawa kenakalanku. Aku sangat berdosa pada mereka!!
Karena sebelumnya aku pernah bingung untuk memilih mereka Papa dan Mama ku yang sejak aku lahir mereka menemaniku, atau Ian yang baru sebentar aku kenal. Jika pilihan itu dijatuhkan lagi padaku. Aku tidak akan ragu lagi untuk memilih siapa di antara dua pilihan yang diajukan padaku.
Aku akan memilih… Mama, yang sudah mengandungku selama 9 bulan di kandungannya untuk dijadikannya buah hati yang berakhlak mulia, serta ia melahirkanku mempertaruhkan kehidupannya dan seluruh nafasnya tanpa ia meminta balas budi padaku.
Papa, yang sudah mengazankanku memberi seruan agama di batinku, yang tidak pernah mengenal kata-kata lelah dan letih untuk memberikan kehidupan yang amat layak untuk kami.
Aku kembali ke keluargaku dan aku memilih untuk menjauhi Ian. Namun, Ian tetap bersikeras menungguku sampai kapanpun. Aku tetap pada janjiku untuk tetap bersama keluargaku untuk menuruti dan menyenangkan hati mereka.

Semoga keadaan ini dapat Aku pertahankan untuk seterusnya dan seterusnya. Aku sangat mencintai Ian. Namun, Aku lebih mencintai OrangTua yang sudah memberiku kehidupan yang selama ini aku rasakan dalam hidupku yang tidak seorang pun yang bisa memberikannya kepadaku.